Benarkah Ada Teroris di Aceh???
Tiba-tiba media massa ramai-ramai mewartakan gerakan teroris di Aceh. Jatuhnya tiga korban dipihak aparat semakin menegaskan bahwa memang ada teroris di Aceh. Munculnya blog yang diasosiakan sebagai pihak teroris di Aceh semakin menguatkan dugaan bahwa di Aceh memang sedang ada kelompok teroris.
Tapi siapa mereka? Jaringan Nurdin M Top kah? Al-Qaida kah? Atau jaringan baru? Ada pengamat yang mengatakan bahwa teroris di Aceh sangat bahaya. Tapi siapa jelasnya mereka? Belum ada jawaban yang benar-benar kongkrit.
Kalau pun mereka ada kenapa mereka baru muncul sekarang? Bukankah kepentingan asing sudah lama ada di Aceh lewat keberadaan lembaga-lembaga donor di Aceh? Atau, ini ada kaitannya dengan kedatangan Obama, Presiden Amerika Serikat yang sedang sangat berkepentingan secara global untuk mematahkan gerakan-gerakan yang mereka sebut sebagai teroris. Dan, untuk itu siap meluncurkan bantuan anggaran bagi negara-negara yang serius mematahkan gerakan teroris.
Tapi siapa mereka? Kenapa mereka bisa masuk ke Aceh jika tanah Aceh tidak mengenal istilah gerakan teroris disepanjang sejarah pergerakan keacehan? Kenapa kelompok-kelompok bisa masuk dengan aman di Aceh sehingga bisa melakukan latihan-latihan tempur, menguasai medan Aceh, dan tidak cukup mudah dipatahkan oleh pihak keamanan (Polisi).
Kelompok yang disebut teroris ini juga memiliki persenjataan. Begitu kabarnya. Darimana senjata mereka? Dari pasokan luar? Kenapa bisa sampai masuk ke Aceh? Kemana sistem sekuriti di Aceh sehingga bisa masuk? Atau, jangan-jangan senjata lama konflik yang muncul lagi. Tapi kenapa senjata konflik masih ada? Siapa pemiliknya? Dan bagaimana senjata ini bisa menjadi senjata teroris?
Adakah mereka sedang membangun afiliasi gerakan dengan kelompok-kelompok radikal Aceh yang sedang berseberangan dengan pihak penguasa Aceh saat ini?
Pertanyaannya, mengapa sampai ada kelompok radikal kala perdamaian Aceh sudah menjadi pilihan bersama? Bisa jadi ini soal akses politik dan ekonomi antar kelompok-kelompok strategis di Aceh. Tapi mengapa sampai kelompok-kelompok ini berseteru?
Memang SBY mengatakan tidak ada kaitan teroris dengan GAM. Mengapa SBY bisa langsung berketetapan hati bahwa teroris tidak ada kaitannya dengan GAM. Ada apa SBY dengan GAM? Apakah ini ada hubungannya dengan kemenangan SBY yang cukup mencolok di Aceh saat Pilpres 2009 sehingga ia merasa penting untuk memproteksi GAM dari tuduhan teroris?
Jika pun ada fraksi-fraksi dalam GAM kenapa sampai mereka menjadi organisasi yang terbelah? Lalu, sejauh mana fraksi ini secara politik? Bisakah ia menjadi bara api yang akan membakar hutan subur perdamaian Aceh yang sekarang sudah dinikmati?
Semua pertanyaan di atas memang belum terjawab dan muncul kepermukaan. Namun ada satu hal yang mencemaskan yakni soal keamanan masyarakat. Gerakan ini, siapa pun mereka, nyata atau tidak nyata telah membuat keamanan masyarakat terganggu.
Syukur bagi mereka yang sudah sembuh dari trauma masa lalu. Tapi luka konflik tidak serta merta bisa hilang begitu saja. Bisa jadi dan sangat mungkin ada anggota masyarakat yang akan lari kala melihat dari sweeping dan ronda aparat. Bagi aparat orang lari bisa saja menimbulkan asumsi yang kemudian melahirkan sebuah tindakan yang berujung pada tindakan cepat pula untuk mengambil tindakan pelumpuhan. Padahal yang dilumpuhkan dengan timah panas hanya anggota masyarakat yang lari karena ketakutan akibat trauma masalalu yang masih hinggap.
Benarkah ada teroris di Aceh?
NB: Sebuah pertanyaan awal menuju analisis lebih dalam tentang Terorisme atau Tirorisme?

wah… saya suka quote terakhirnya… terorisme atau tirorisme..
liza
09/03/2010 pada 3:05 pm
kenapa suka liza ya? Ada kah sesuatu yang membuatmu punya pandangan tersendiri soal terorisme dan tirorisme? Berbagi dong???
alamsutr4
09/03/2010 pada 3:28 pm
Apapun itu baik Gam maupun terorisme.. semoga segera ketahuan benang merahnya.. hingga kelompok2 seperti itu tak ada lagi di negeri ini.. btw makasih atas kunjungannya bos..
Saung Link
10/03/2010 pada 12:56 am
akhirnya terlihat juga kinerja polisi
A.J.I
10/03/2010 pada 3:06 am